Bukan Pernikahan Cinderella (Remake)

Rp88.000

Banyak orang, bahkan para pemuda-pemudi yang termasuk sebagai aktivis dakwah sekalipun, sering terbuai dengan romantika pernikahan yang indah. Suami yang aktivis, rajin bekerja, rizki lancar dan tsaqofah pun mantap. Istri cantik, pengertian, aktivis, setia, rajin memasak dan setia setiap saat.

Bukan bermaksud menyalahkan berbagai motivasi pernikahan yang isinya sarat dengan keindahan pernikahan. Ya, wajar karena memang para penulisnya bertujuan memotivasi pembaca agar menyegerakan dan memudahkan pernikahan. Tapi, menyegerakan bukanlah tergesa-gesa. Memudahkan bukanlah menganggap remeh. Dalam menghadapi, menjajaki dan menjalani pernikahan, tentunya akan ada berbagai dilema dan problema yang harus diselesaikan. Sayangnya, sisi ini yang justru jarang tergarap. Padahal, perjalanan rumah tangga itu tidak selamanya ‘smooth’. Pernikahan itu ibarat kita mengayuh biduk di lautan luas. Kadang tenang, kadang bergelombang. Di situlah dibutuhkan kesiapan mental, ilmu dan kebersamaan.

 

Banyak pasangan muda yang kehilangan arah di jalan pernikahan. Yang berangkat menuju pernikahan dengan semangat tinggi tapi tidak membekali diri dengan kesiapan mental dan ilmu Tak heran jika anak-anak muda itu lantas kebingungan dalam menghadapi problematika rumah tangganya.

 

Karenanya, berumah tangga tidak cukup hanya bermodal semangat dan mimpi indah. Pernikahan membutuhkan life skill, ketrampilan hidup. Dan itu tidak datang secara otomatis, tapi datang dari pembelajaran. Mereka yang akan menikah harus belajar pengendalian diri. Menikah tidak cukup modal percaya, tapi belajar, belajar dan belajar.  Agar kita semua sadar bahwa pernikahan sejati yang kita jalani bukanlah pernikahan ala dongeng Cinderella, yang saat ia berjumpa dengan pangeran impian lalu hidup berbahagia ever after and forever. Tapi pernikahan kita adalah pernikahan antar manusia yang memiliki emosi dan harapan. Semoga kita terus mau belajar arti sebuah pernikahan.

Bukan Pernikahan Cinderella (Remake)